Senin, 15 Juli 2013

KEUTAMAAN SHALAT DHUHA

Tata Cara Sholat Dhuha, Doa Setelah Dhuha Serta Keutamaannya 



Assalamualaikum Wr. Wb,

Sahabat Aji yang Tercinta.. Pasti sudah banyak buku buku tata cara melaksanakan Sholat Dhuha, ini saya tulis kembali mungkin bermanfaat dan tuntunan bagi teman2 yang belum mengetahui atau yang belum lengkap mengenai tuntunan pelaksanaan sholat dhuha, Tata cara dibawah ini mungkin bisa membantu teman2 untuk beristiqomah dalam melaksanakan sholat sunnah dhuha :

1.      Waktunya : Sejak Terbit Matahari sampai dengan akan masukknya  matahari di titik  atau sekitar pukul 08.00 s/d 11.00.



2.     Pelaksanaannya    : Dilaksanakan dua raka’at sekali salam

3.     Jumlah Roka’at     : Paling sedikit 2 raka’at dan paling banyak 12 raka’at

4.     Niatnya              : Usholli Sunnatadh dhuha Rok’ataini Lil laahi ta’aalaa

5.     Bacaan suratnya  : a. S.Asy - Syamsu. b. S.Al - Lailu. atau a. S.Adl - Dhuha b. S.Asy - Syarch

6.     Hikmahnya           : a. Diampuni kesalahan & dosanya. b. Dilapangakan usaha - rezekinya. c. Dimantapkan iman dan takwanya.

7.     * Niat shalat dhuha

Didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram :

“Ushallii sunnatadh-dhuhaa rok’ataini lillaahi ta’aalaa.”

“Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah ta’alaa.”

* Membaca doa Iftitah

* Membaca surat Al-Fatihah

* Membaca satu surat didalam Al-Quran

- Surat Asy-Syamsu

- Surat Al-Lailu

- Surat Adh-Dhuha

- Surat Asy - Syarch

- (Atau surat Al-Quran lainnya yang telah kita hafal)

* Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali

* I’tidal dan membaca bacaanya

* Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali

* Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya

* Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali

* Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah  selesai maka membaca salam dua kali.

8.     Doa setelah sholat dhuha adalah sebagai berikut :

A.    Bismillaahir rochmaanir rochim. … Alhamdulillaahi robbil-aalamin. Washsholaatu wassalaamu ‘alaa sayyidii muchammadin sholaatan tuwassi’u bihaa ‘alayyal-arzaaq, wayuchsinu bihaa liyal akhlaaq. Allaahumma sholli ‘alaa sayyidii muchammadin yubaariku lii bihaa fiiamwaalii, wa yastaqimu bihaa achwaali wa’alaa aalihii wa aschaabihi wasallim ajma’iin

(Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Semoga sholawat serta salam tetap atas pemimpinku Muhammad, yang dengan sholawat itu semoga dapat meluaskan rezeki atasku, dan membaikkan akhlaqku. Ya Allah limpahkan sholawat atas pemimpinku Muhammad, yang dengan sholawat itu dapat memberkahi harta bendaku, dan meluruskan tingkah lakuku, dan atas keluarga dan para sahabat beliau seluruhnya semoga Engkau berikan keselamatan)

B.    Alaahumma asbchtu wabika amsaitu wabika achyaa wabika amuutu wailaikan nusyuur. Allahumma inni as-aluka khoiro haadzal-yaum, fatchahu wanashrohu wa nuurohu wabarokatahu. Allahumma inni as-aluka khoiro haadzal-yaum wa khoiro maa fiihi, wa a’uudzubika min syarri haazal-yaum wa syarri maa fiihi. Allahumma maa asbacha bii min-ni’matin au biachadin min cholqika faminka wachdaka laa syarika laka, falakal chamdu walakasy-syukru’alaadzaalika

(Ya Allah atas nama-Mu aku memasuki waktu pagi, dan dengan-Mu aku memasuki waktu sore, dengan-Mu aku hidup dan dengan-Mu pula aku mati, serta kepada-Mu aku kembali digiring. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikkan hari ini, pembukaannya, pertolongannya, cahannya, dan keberkahannya. Ya Allah, Sungguh aku mohon kepadamu kebaikkan hari ini dan kebaikkan apa saja yang ada pada hari ini, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan apa saja yang ada pada hari ini. Ya Allah, apapun macamnya nikmat yang aku rasakan pagi ini atau dengan siapapun dari makhluqmu aku bertemu pagi ini, maka semuanya dari Engkau sendiri, tidak ada sekutu bagi-Mu. Segala puji dan sanjung serta syukur untuk-mu atas semuanya itu)

C.    Allahumma innad dhuhaa – A dhuha uka, Wal jamaala jamaa-luka, Wal bahaa-a bahaa-uka, Wal qudrota qudrotuka, Wal quwwaata quwwatuka, Wal Ishmata ishmatuka. Allahumma inkaana rizqi fis-samaa-i fa-anzilhu, wainkaana fil-ardli fa akhrijhu, Wainkaana mu’siron fayassirhu, Wainkaana ba’iidan faqorribhu, Wainkaana charooman fathohhirhu, Bichaqqi dhuhaaika, wajaamalika, wabahaaika, waqudrotika, waquwwatika, waishmatika, aatini maa’ataita ‘ibaadakash-sholichiin.

(Ya Allah sesungguhnya waktu dhuha adalah dhuha-Mu, dan keindahan adalah keindahan-Mu, dan kebagusan adalah kebagusan-Mu, dan kemampuan adalah kemampuan-Mu, dan kekuatan adalah kekuatan-Mu, serta perlindungan adalah perlindungan-Mu. Ya Allah apabila rizqiku berada dilangit maka mohon turunkanlah, bila di bumi mohon keluarkanlah, bila sulit mudahkanlah, bila jauh dekatkanlah, dan bila haram bersihkanlah, dengan haq dhuha-Mu, keindahan-Mu, kebagusan-Mu, kemampuan-Mu, kekuatan-Mu dan perlindungan-Mu, berikanlah kepadaku apa saja yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu Yang sholeh)

D.    Allahumma innii ujibu da’wataka washollaitu faridlotaka, wantasyartu kamaa amartanii, farzuqnii minfadllika rizqon chalaalan thoiyyban mubaarokaa, wa anta khoirur rooziqin

(Ya Allah , sesungguhnya aku telah memenuhi panggilan-Mu, dan aku telah sholat yang telah Engkau wajibkan, serta aku telah menyabar berusaha sebagaimana yang telah Engkau perintahkan, maka berilah aku rizqi dan keutamaan-Mu berupa rizqi yang halal, yang baik dan barokah, dan Engkau adalah sebaik-baiknya pemberi rizqi)

E.    Allahumma yaa ghoniyu yaa chamid, yaa mubdiiu yaa mu’iid, yaa rochimu yaa waduud, aghnini bichalaalika ‘an charomik, wabithoo’atika ‘an ma’shiyatik, wabifadllika’anman siwaak.

(Ya Allah, Wahai Dzat Yang Maha Kaya dan terpuji, yang memulai dan mengembalikan, yang maha penyayang dan pengasih, kayakanlah aku dengan rizqi halal-Mu jauh dari yang Kau haramkan, berilah kami ketaatan untuk menjauhi maksiat kepada-Mu, dan berilah kami dari keutamaanMu jauh selain Kamu)

F.    Allahumma ij’al ausa’a rizqika ‘allayya ‘inda kibari sinni wa inqithooi ‘umrii, laailaaha illaa anta subchaanaka inni kntu minadh-dhoolimiin.

(Ya allah, jadikanlah luasnya rizqiMu kepadaku ketika di usia lanjut (Tua)ku, dan akan putusnya umurku, tidak ada Tuhan kecuali Engkau sesungguhnya aku berada dalam golongan orang-orang yang aniaya)

G.    Allahumma sholli wasallim wabaarik’alaa sayyidina muchammadin wa ‘alaa aalihii bi’adadi anwaa’irrizqi walfutuuchaat, yaa baasithu alladzii yabsuthur-rizqon liman yasyaa-ubughoiri chisaab. Ubsuth ‘alaiyya rizqon min kulli jihatin min makhluuq, wa machdli babzlika wakaromika bighoiri chisaab

(Ya Allah, Limpahkan sholawat, keselamatan dan barokah kepada pemimpinku Muhammad dan keluarga beliau, dengan sejumlah bilangan berbagai rezqi dan terbukanya rahmat, wahai dzat pelapang rizqi, yang melapangkanrizqi kepada siapapun yang dikehendaki tanpa perhitungan, lapangkanlah atasku rizqi dari segala arah dari perbendahaan ghoibMu dengan tanpa makhluq lain yang mencari-cari kesalahan (iri hati) hanya karena anugerah dan kemulian serta kedermawananMu dan kemuliaanMu yang tanpa perhitungan itu)

H.    Subchaana robbika robbil-izzati ‘am maa yashifuun, wasalaamun ‘alalmursaliin, wal-chamdulillaahi robbil ‘aalamiin.

(Maha suci Tuhan yang maha mulia dari segala apa yang mereka sifatkan, dan keselematan semoga dilimpahkan kepada para utusan, dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam)

9. Rahasia dan Keutamaan shalat Dhuha

Hadits Rasulullah Muhammad saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:

1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia 

Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda:

“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).

2. Ghanimah (keuntungan) yang besar

Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata: Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.

Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”

Mereka menjawab;  “Ya!
Rasul saw berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)

3. Sebuah rumah di surga

Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:

“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.”

(Shahih al-Jami`: 634)

4. Memeroleh ganjaran di sore hari

Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata: Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).
Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: “Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika”

(Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu”).

5. Pahala Umrah

Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).

Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda:

“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..”

(Shahih al-Jami`: 6346).

6. Ampunan Dosa

“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

Dengan mengetahui tata cara, niat dan keutamaan shalat Dhuha diatas, semoga menjadi pedoman untuk selalu melaksanakan shalat sunah dhuha dengan benar. Dengan niat karna Allah, semoga mendapat pahala dan tempat yg baik di akhirat nanti. Amin..

Mohon maaf mungkin ada kekeliruan ketik dan bacaan mohon dikoreksi

….. semoga bermanfaat

Wa alaikumSalam Wr. Wb

Sumber dari buku “Jamaah Mabruro”

Sabtu, 13 Juli 2013

SELAMAT MENJALANKAN PUASA 1434H

 

Assalamualaikum Wr.Wb .. 

Sahabat-sahabat ku yang Aji sayangi dan cintai.. Aji mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa di Ramadhan ini 1434H.

Seandainya ada mungkin salah' kata mohon dimaafkan. Semoga ibadah kita di tahun ini menjadi berkah ke depan..

Amin.. Amin.. Ya Rabbal Alamin. 

Waalaikum Salam Wr.Wb.





Jumat, 03 Mei 2013

DOA TERHINDAR DARI KESUSAHAN DAN HUTANG

Assalamualaikum Wr. Wb.


Assalamualaikum wr.wb. . Sahabat ku yang tercinta pada kesempatan ini Awan ingin berbagi salah satu doa yang mungkin akan berguna di saat kita sedang dalam kesusahan dan sedang dililit hutang..

Doa nya tidak terlalu panjang.. tetapi memiliki makna yang cukup dalam.. Senantiasa diamalkan setelah Shalat wajib atau Shalat Sunnah ( Dhuha, Tahajud, dll )
Semoga dapat membantu Sahabat Awan..

Insya Allah seandainya kita mengamalkannya dengan ikhlas semua masalah akan segera terlalui dan semua hutang kita terlunasi..

Doa Agar Terhindar dari Kesusahan Dan Hutang

Allaahumma Innii' A'uudzu bika minal-Hammi wal-Hazani, wa A'uudzu bika minal 'Ajzi wal Kasali, wa A'uudzu bika minal-Jubni wal-Bukhli, wa A'uudzu bika min-Ghalabatid-Daini wa Qahrir-Rijaal.

Artinya :
Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kekuasaan dan kedudukan, dari lemah kemauan dan rasa malas, dari sifat pengecut dan bakhil dari banyak hutang dan kezaliman manusia ..

 Tips berdoa : jika ingin cepat dikabulkan maka berdoalah yang sama persis kepada saudara kita yang sesama muslim, misal " kabulkanlah hajatku ya Allah, kabulkanlah juga hajat saudara muslim hamba yang berdoa kepadaMu"


Waalaikum salam Wr. Wb.

Jumat, 26 April 2013

DOA DIMUDAHKAN URUSAN DAN UCAPAN

Assalamualaikum wr. wb.


Sahabat sekalian dalam kesempatan ini Awan berkeinginan untuk berbagi Doa yang yang sangat mungkin berguna dalam kehidupan kita sehari-hari..  Agar kita dimudahkan segala urusan dan dilancarkan ucapan kita, sehingga dapat mempermudah kita dalam hidup..

Doa yang sekiranya mustajab di kala kita kesulitan

 "qaala rabbiisy rahlii shadrii"

[20:25] Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,

English: He said: O my Lord! Expand my breast for me,


"wayassir lii amrii"

[20:26] dan mudahkanlah untukku urusanku,

English: And make my affair easy to me,


"wauhlul 'uqdatan min lisaanii"

[20:27] dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,

English: And loose the knot from my tongue,


"yafqahuu qawlii"

[20:28] supaya mereka mengerti perkataanku,

English: (That) they may understand my word;

Waalaikum salam wr. wb.

Kamis, 04 April 2013

Keutamaan “Kalimat Laa Ilaha Illallah”






Sahabat Muslim Semua, dalam kesempatan ini Awan pengin berbagi keutamaan “Kalimat Laa Ilaha Illallah”

Ibnu Rajab dalam Kalimatul Ikhlas mengatakan,

”Kalimat Tauhid (yaitu Laa Ilaha Illallah) memiliki keutamaan yang sangat agung yang tidak mungkin bisa dihitung.”


Lalu beliau rahimahullah menyebutkan beberapa keutamaan kalimat yang mulia ini. Di antara yang beliau sebutkan :

"Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ merupakan harga surga"

Suatu saat Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mendengar muadzin mengucapkan ’Asyhadu alla ilaha illallah’. Lalu beliau mengatakan pada muadzin tadi, ”Engkau terbebas dari neraka.” (HR. Muslim no. 873)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ”Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621)

"Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ adalah kebaikan yang paling utama"

Abu Dzar berkata, ”Katakanlah padaku wahai Rasulullah, ajarilah aku amalan yang dapat mendekatkanku pada surga dan menjauhkanku dari neraka.” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,”Apabila engkau melakukan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan karena dengan melakukan kebaikan itu engkau akan mendapatkan sepuluh yang semisal.” Lalu Abu Dzar berkata lagi,”Wahai Rasulullah, apakah ’laa ilaha illallah’ merupakan kebaikan?” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,”Kalimat itu (laa ilaha illallah, pen) merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan kesalahan.” (Dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam tahqiq beliau terhadap Kalimatul Ikhlas, 55)

"Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ adalah dzikir yang paling utama"

Hal ini sebagaimana terdapat pada hadits yang disandarkan kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam (hadits marfu’), ”Dzikir yang paling utama adalah bacaan ’laa ilaha illallah’.” (Dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam tahqiq beliau terhadap Kalimatul Ikhlas, 62)

"Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ adalah amal yang paling utama, paling banyak ganjarannya, menyamai pahala memerdekakan budak dan merupakan pelindung dari gangguan setan"

Sebagaimana terdapat dalam shohihain (Bukhari-Muslim) dari Abu Hurairoh radhiyallahu ’anhu, dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, beliau bersabda,  

”Barangsiapa mengucapkan ’laa il aha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli syay-in qodiir’
 [tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu]

 dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan, pen), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu.” (HR. Bukhari no. 3293 dan HR. Muslim no. 7018)

"Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ adalah Kunci 8 Pintu Surga, orang yang mengucapkannya bisa masuk lewat pintu mana saja yang dia sukai"

Dari ’Ubadah bin Shomit radhiyallahu ’anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

”Barangsiapa mengucapkan ’saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan (bersaksi) bahwa ’Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Ruh dari-Nya, dan (bersaksi pula) bahwa surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya, maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga dari delapan pintu surga yang mana saja yang dia kehendaki.” (HR. Muslim no. 149)

(Lihat Kalimatul Ikhlas, 52-66. Sebagian dalil yang ada sengaja ditakhrij sendiri semampu kami)

Inilah sebagian di antara keutamaan kalimat syahadat laa ilaha illallah dan masih banyak keutamaan yang lain.

***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Kamis, 28 Maret 2013

Doa dihilangkan dari Sifat Tamak dan Kikir


Sahabat. Awan ingin berbagi do’a sederhana yang jaami’ (singkat dan syarat makna) yang sudah sepatutnya kita menghafalkannya karena amat bermanfaat. Do’a ini berisi permintaan agar kita terhindar dari penyakit hati yaitu ‘syuh’ (pelit lagi tamak) yang merupakan penyakit yang amat berbahaya. Penyakit tersebut membuat kita tidak pernah puas dengan pemberian dan nikmat Allah Ta’ala, dan dapat mengantarkan pada kerusakan lainnya. Do’a ini kami ambil dari buku “Ad Du’aa’ min Al Kitab wa As Sunnah” yang disusun oleh Syaikh Dr. Sa’id bin Wahf Al Qohthoni hafizhohullah.

Do’a tersebut adalah,


اللَّهُمَّ قِنِي شُحَّ نَفْسِي وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُفْلِحِينَ

“Allahumma qinii syuhha nafsii, waj’alnii minal muflihiin” 

(Ya Allah, hilangkanlah dariku sifat pelit(lagi tamak), dan jadikanlah aku orang-orang yang beruntung).

Do’a ini diambil dari firman Allah Ta’ala dalam surat Ath Taghobun ayat 16,


وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Kosakata
“الشح” berarti bakhl (pelit) lagi hirsh (tamak/ rakus). Sifat inilah yang sudah jadi tabiat manusia sebagaimana Allah berfirman,

وَأُحْضِرَتِ الأنْفُسُ الشُّحَّ

“Walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir.” (QS. An Nisa’: 128)

“الفلاح” artinya beruntung dan menggapai harapan. Yang dimaksudkan al falah (beruntung/menang) ada dua macam yaitu al falah di dunia dan di akhirat. Di dunia yaitu dengan memperoleh kebahagiaan dengan hidup yang menyenangkan. Sedangkan kebahagiaan di akhirat yang paling tinggi adalah mendapat surga Allah.

Kandungan Do’a
Do’a ini berisi hal meminta berlindung dari sifat-sifat jelek yang biasa menimpa manusia yaitu penyakit “syuh” yakni pelit dan tamak pada dunia. Orang yang memiliki sifat jelek ini akan terlalu bergantung pada harta sehingga enggan untuk berinfak atau mengeluarkan hartanya di jalan yang wajib atau pun di jalan yang disunnahkan. Bahkan sifat “syuh” ini dapat mengantarkan pada pertumpahan darah, menghalalkan yang haram, berbuat zholim, dan berbuat fujur (tindak maksiat). Sifat ini “syuh” ini benar-benar akan mengantarkan pada kejelekan, bahkan kehancuran di dunia dan akhirat. Oleh karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan adanya penyakit “syuh” ini dan beliau menjelaskan bahwa penyakit itulah sebab kehancuran. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,


وَإِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ، فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ: أَمَرَهُمْ بِالْقَطِيعَةِ فَقَطَعُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْبُخْلِ فَبَخِلُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْفُجُورِ فَفَجَرُوا
“Waspadalah dengan sifat ‘syuh’ (tamak lagi pelit) karena sifat ‘syuh’ yang membinasakan orang-orang sebelum kalian. Sifat itu memerintahkan mereka untuk bersifat bakhil (pelit), maka mereka pun bersifat bakhil. Sifat itu memerintahkan mereka untuk memutuskan hubungan kekerabatan, maka mereka pun memutuskan hubungan kekerabatan. Dan Sifat itu memerintahkan mereka berbuat dosa, maka mereka pun berbuat dosa” (HR. Ahmad 2/195. Dikatakan Shohih oleh Syaikh Al Arnauth)

Sufyan Ats Tsauri pernah mengatakan, “Aku pernah melakukan thowaf mengelilingi Ka’bah. Kemudian aku melihat seseorang berdo’a ‘Allahumma qinii syuhha nafsii’, dia tidak menambah lebih dari itu. Kemudian aku katakan padanya, ‘Jika saja diriku terselamatkan dari sifat ‘syuh’, tentu aku tidak akan mencuri harta orang, aku tidak akan berzina dan aku tidak akan melakukan maksiat lainnya’. Laki-laki yang berdo’a tadi ternyata adalah ‘Abdurrahman bin ‘Auf, seorang sahabat yang mulia. (Dibawakan oleh Ibnu Katsir pada tafsir Surat Al Hasyr ayat 10).

Lalu bagian do’a yang terakhir,


وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُفْلِحِينَ

“Waj’alnii minal muflihiin” 

(Ya Allah, dan jadikanlah aku orang-orang yang beruntung). Maksud do’a ini adalahb jadikanlah orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Jika ia telah mendapakan hal ini, itu berarti ia telah mendapatkan seluruh permintaan dan selamat dari segala derita.
[Tulisan ini disarikan dari kitab “Syarh Ad Du’a minal Kitab was Sunnah lisy Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni” Pensyarh: Mahir bin ‘Abdul Humaid bin Muqoddam]

Rabu, 27 Maret 2013

Doa disaat Hati Kita Marah atau Emosi

Assalamu 'alaikum wr. wb.


Sahabat, Untuk saat ini Awan akan share kan doa-doa di saat kita sedang marah, kita dimarahi ataupun di saat kita sedang menghadapi banyak permusuhan dan masalah..

Doa Menghilangkan Rasa Marah

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم،اللهم اغفرلي ذنبي واذهب غيظ قلبي وأجرني من الشيطان الرجيم



"A'uudzubillahi minasy syaithoonirrojiim, allahummaghfirli dzanbi wadzhab ghoidho qolbii, wa ajirnii minasy syaithoonirrojiim.

Artinya :
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, Yaa Allah ampunilah dosaku dan hilangkanlah kepanasan hatiku dan lepaskanlah aku dari setan yang terkutuk.

Doa Menghadapi Orang Yang Sedang Marah :

Laa ilaaha illallaahul chaliimul hakiim, subhaanallaahi robbus samaawaatis sab’a wa robbul ‘arsyil ‘adhiiimi, laa ilaaha illa anta ‘azza jaaruka wa jalla tsanaa uka.

Artinya:
“Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Kasih Yang lagi Maha Bijaksana, Maha suci Allah Tuhan yang memelihara tujuh langit dan yang memelihara ‘arsy yang besar tiada Tuhan melainkan Engkau, sangat kuat perlindungan-Mu dan Maha tinggi perlindungan-Mu.”

Doa Menjauhkan Permusuhan :

Allaahumma laa tusymit bii ‘aduwwii wa laa tasu’ubii shodiiqii wa laa taj’al mushiibatii fii diinii wa laa taj’alid dunyaa akbaro hammii wa laa tusallith ‘alayya man laa yarchamunii yaa hayyu yaa qayyuum.

Artinya:
 “Ya Allah, janganlah jadikan musuhku gembira karena kesusahanku, dan janganlah jadikan temanku membuat kejahatan terhadapku dan janganlah jadikan kemalanganku dalam urusan agamaku dan janganlah jadikan kepentingan dunia menjadi pusat perhatianku dan janganlah jadikan orang yang tidak berbelas kasihan ber maha raja lela atasku, wahai Tuhan yang hidup yang berdiri sendiri.”

Semoga Bermanfaat 

Wa 'alaikum salam wr. wb.

Selasa, 26 Maret 2013

Keutamaan membaca Dzikir sesudah Shalat Wajib

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Sahabat, berikut Awan Share Keutamaan membaca Dzikir sesudah shalat Wajib..

Dari Abu Huroiroh –rodhiyallohu ‘anhu- dari Rosululloh –shollallohu’alaihi wa sallam-   :

“Barangsiapa mengucapkan setelah sholat wajib :

  1. Subhaanalloh ( 33 x ),
  2. Alhamdulillah ( 33 x ) dan
  3. Takbir ( 33 x ) semua itu berjumlah 99 x
kemudian ia menyempurnakannya menjadi 100 dengan ucapan :

“Laa ilaaha illallohu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syain qodiir”

Artinya ;

Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Alloh semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya seluruh kerajaan dan pujian dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Maka diampuni kesalahannya meskipun banyaknya seperti buih di lautan.

HSR. Muslim no. 1380

Semoga bermanfaat
   
إِنْ شَآءَ اللَّهُ

Doa Sebelum Dan Sesudah Bekerja


Assalamu 'alaikum wr. wb.

 Sahabat, Berikut awan share do’a sebelum dan sesudah bekerja agar pekerjaan yang akan dan telah kita lakukan mendapat ridho Alloh SWT dan menjadi pahala bagi kita. Amin…

Do’a Sebelum Bekerja :

 Allohumma inni as aluka min khoiri haazal ‘amali wa khoiri maa fiihi. Wa a’udzubika min syarri haadzal’amali wa syarri maa fiihi. innaka ‘alaa kulli syaiin qodiir.

 Artinya :
 ” Ya Alloh, aku memohon pada Mu kebaikan pekerjaan ini dan segala kebaikan yang ada di dalamnya dan aku berlindung pada Mu daripada keburukan pekerjaan ini dan segala keburukan yang ada di dalamnya. Sesungguhnya di atas segala sesuatu itu, Engkaulah yang Maha Berkuasa menentukannya”. Amin…

 Do’a Setelah Bekerja :

Allohumma innii astaudi’uka ‘amali wa nafsii wa tawwakkaltu ‘alalloh.

 Artinya :
“Ya Alloh, Aku serahkan pada Mu pekerjaanku dan jiwa ragaku dan aku bertawakkal kepada Engkau ya Alloh”. Amin…

 -( Usahakan sebelum dan sesudah bekerja kita membaca do’a dahulu )-

 Waalaikum salam wr. wb.