NASIHAT ITU SANGAT BERHARGA
Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh serta saling nasihat menasihati untuk menetapi kebenaran dan saling nasihat menasihati untuk menetapi kesabaran. ( Al- Ashr : 1-3)
Orang-orang yang beriman dan gemar beramal saleh pasti tidak ingin mengalami kerugian dalam kehidupan dunia dan di akhirat, yaitu kerugian yang telah pasti dinyatakan oleh Allah Yang maha Perkasa bagi seluruh manusia. Kerugian jenis ini tidak sama dengan ruginya perdagangan, sebab merupakan kerugian yang sangat besar namun seringkali tidak disadari, bahhkan seolah merupakan keuntungan. kita ingin tergolong orang yang dikecualikan dari manusia yang merugi ini. di antara ciri manusia yang tidak akan merugi adalah sebagaimana yanng diungkapkan Allah dalam surat Al Ashr, yaitu senantiasa saling menasihati dengan kebenaran ( saling menasihati untuk melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah dan saling menasihati dengan kesabaran, Maksudnya saling menasihati untuk bersabar menanggung musibah atau ujian)
Nilai tinggi nasihat
Surat Al Ashr ini amat penting karena mengandung pelajaran tentang nasihat yang sangat berharga dalam hidup pengikut Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam. Ada riwayat dari Imam At-thabrani dari Ubaidillah bin Hafsh yang menyatakan bahwa dua orang sahabat nabi bila bertemu, maka tidak berpisah kecuali membaca surat Al-Ashr, kemudian mengucapkan salam untuk perpisahan. Imam Ass-Syafi'i pernah mengatakan,
"Seandainya manusia mau merenungi kandungan surat Al-Ashr, pasti cukuplah itu bagi kehidupan itu bagi kehidupan mereka". (Lihat Mukhtashar Tafsir ibnu katsir, Juz III hal 674)
saat ini kita mendapati bahwa sebagai hamba Allah banyak sekali penyimpangan yang terjadi, baik dalam skala individu atau pun bermasyarakat. seorang muslim tidak boleh lepas dari kesadaran bahwa dirinya pasti punya dosa terhadap Allah. Karena itu dia wajib sering beristighfar. Dalam hubungannya dengan orang lain, dia tidak selalu berada dalam keadaan lurus dan benar, karena itu dia harus menerima tatkala ada orang yang menasihati dirinya. Dalam beberapa kesempatan bertemu dengan sahabat dan teman baiknya dia berkata, "Tolong nasihati saya".
Dalam melihat orang lain, keluarga, sahabat, teman-teman: dia pun mungkin mendapati penyimpangan dan kekeliruan. karena sayang kepada orang tersebut ( ingin dia memperoleh kebaikan atau terhindar dari keburukan) maka dia wajib menasihati sesuai dengan kemampuan masing-masing. namun tidak jarang timbul salah pengertian. maunya menasihati namun yang terjadi adalah perkelahian. karena kebanyakan manusia sulit sekali menerima nasihat orang lain padahal nasihat itu sangat berharga bagi dirinya. bahkan anak-anak zaman sekarang sulit sekali menerima masukan pendapat dari Ayah Ibu, kakak, atau mereka yang lebih tua dari dirinya. Biasanya dengan alasan perbedaan zaman, sudah kuno, dan sebagainya. atau boleh jadi bukannya nasihat yang disampaikan tetapi kemarahan atau omelan yang tidak mengenakkan hati dan menimbulkan kemarahan pula.
kelak, orang-orang yang enggan menerima nasihat sahabat dan teman baiknya akan menyesal dan pada akhirnya mengakui bahwa yang disampaikannya adalah benar. kebenaran seringkali baru disadari belakangan, ketika nasi telah menjadi bubur. karenanya jangan tunda kebaikan manakala kita mengetahuinya.
orang beriman akan sangat berterima kasih bila ada orang yang mau menasihatinya. ini tergambar dalam khutbah Abu Bakar Siddiq ketika Beliau diangkat menjadi Khalifah, pemimpin kaum Muslimin, "Aku telah diangkat menjadi pemimpin di anatara kalian, padahal aku bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. jika aku benar maka taatilah aku, tetapi jika aku salah luruskan ( nasihatilah) aku). kejujuran adalah amanah dan kedustaan adalah khianat. orang yang lemah di sisi kalian adalah orang yang lemah sehingga aku melaksanakan hak baginya dengan seizin Allah."
Seorang pemimpin berkualitas selalu siap dinasihati siapa pun, bahkan mempunyai tim khusus untuk menasihatinya karena menyadari kedudukan dan fungsinya di tengah masyarakat. ini jelas tercermin dalam khutbah di atas. Abu Bakar As Shiddiq memiliki tanggung jawab yang besar untuk melakukan perbaikan ummat dan bangsa. Mengutamakan kaum yang lemah yaitu para fakir miskin, orang-orang yang teraniaya. dengan kesiapan menerima nasihat inilah seorang pemimpin dapat melakukan pembelaan dengan kewenangan, potensi, dan fungsinya bagi kaum yang terzalimi atau teraniaya.
wajib menasihati pemimpin
pemimpin suatu bangsa, siapa pun orangnya, adalah manusia biasa. dia adalah hamba Allah yang tidak akan pernah lepas dari kesalahan dan kekeliruan. karena tidak ada seorangpun yang maksum - lepas dari kesalahan - kecuali para nabi. pemimpin yang baik akan meminta kepada rakyatnya untuk dikoreksi dan diperbaiki. menasihati pemimpin adalah bagian dari kewajiban setiap muslim. tetapi ada pemimpin yang menolak diberi nasihat dan ada pemimpin yang senang diberi nasihat kendatipun hal itu akan merugikan dirinya.
mereka yang menolak nasihat adalah pemimpin zholim. kendati mereka mau dengar lembaga tertentu. misalnya legislatif - memberikan masukan, namun mereka telah merekayasa sehingga tindakan mereka bisa dibenarkan. bahkan mereka mau memberi apa saja asal legislatif mau menuruti kehendak mereka.
Pemimpin yang adil tentu saja menggemari nasihat dan peringatan. sebagai comtoh adalah Umar bin Al khatab ra, pada suatu kesempatan ketika banyak pembesar sahabat yang mengelilinginya tiba-tiba salah seorang sahabat berkata : Ittaqillaha ya Umar (bertqwalah kepada Allah wahai Umar)
Para sahabat yang mengetahui kedudukan keislaman Umar marah kepadanya, namun Umar R.A mencegah kemarahan sahabat-sahabatnya seraya berkata: Biarkanlah dia berkata demikian, sesungguhnya tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mau mengatakannya, dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mau mendengarnya," itulah Umar yang termasuk dalam golongan sepuluh orang yang mendapat kabar gembira dijamin masuk surga, beliau sangat perhatian terhadap setiap nasihat yang benar yang ditunjukkan kepadanya, beliau menganggap nasihat yang ditujukan bagi dirinya sangat berharga.
Setiap Muslim harus saling menasihati dan saling menerima berbagai nasihat yang baik dengan lapang Dada, bahkan harus berterima kasih kepadda yang mau memberi nasihat. bukannya marah atau menganggap musuh mereka yang menasihati. Setiap orang yang menyadari bahwa dia akan mempertanggung jawabkan kepimpinannya serta segala perbuatannya di hadapan Allah tentunya sangat suka manakala ada yang mengingatkan tanggung jawab tersebut.
Hanya pemimpin yang bertaqwa dan takut kepada Allah yang lebih siap untuk dinasihati. pemimpin yang imannya lemah, akhlaknya buruk berpotensi menetang kemauan rakyat dan bersikap zhalim (aniaya) terhadap rakyatnya sendiri. Di antara hak seorang muslim dengan muslim lainnya adalah bila dimintai nasihat oleh saudaranya tentang sesuatu maka ia harus memberinya, dalam artian ia harus menjelaskan kepada saudarnya itu apa yang baik dan benar. Dalam sebuah hadits disebutkan:
Bila salah seorang dari kamu meminta nasihat kepada saudaranya maka hendaknya (yang dimintai) memberi nasihat. (HR Bukhari)
AGAMA ITU NASIHAT
Rasullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: "Agama adalah nasihat" Seorang sahabat bertanya, " Untuk siapa ya Rasullah?
" Nabi Muhammad menjelaskan, "Bagi Allah, bagi rasul-Nya, untuk para pemimpin umat islam dan untuk para orang awamnya. (HR. Bukhari)
Agama adalah nasihat, maksudnya bahwa sendi dan tiang tegaknya agama adalah nasihat. tanpa saling menasihati antara umat islam maka agama tidak akan tegak.
1. Agama adalah nasihat, maksudnya bahwa sendi dan tiang tegaknya adalah nasihat. tanpa saling menasihati antara umat islam maka adama tidak akan tegak.
2. Agama adalah nasihat bagi Allah artinya: Sendi Agama adalah beriman kepada-Nya, tunduk dan berserah diri kepada-Nya lahir dan bathin, mencintai-Nya dengan beramal shalih dan mentaati-Nya, Menjauhi semua larangan-Nya serta berusaha untuk mengembalikan orang-orang yang durhaka agar bertaubat dan kembali kepada-Nya.
3. Agama adalah nasihat bagi Rasullulah, makksudnya: Sendi tegaknya agama adalah dengan menyakini kebenaran risalahnya, mengimani semua ajaran-nya, mengagungkan-nya, mendukung agamanya menghidupkan sunnah-sunnahnya dengan mempelajarinya dan mengajarkannya, berakhlaq dengan akhlaqny, mencintai keluarganya, sahabatnya dan para pengikutnya,
4. Agama adalah nasihat bagi para pemimpin umat islam, maksudnya adalah bahwa tegaknya agama dengan mendukung dan mentaati mereka dalam kebenaran, mengingatkan mereka dengan kelembutan bila lalai/lengah, meluruskan mereka bila salah.
5. Agama adalah nasihat bagi orang awam dari umat islam (rakyat biasa bukan pemimpin), maksudnya bahwa tegaknya agama hanyalah dengan memberikan kasih sayang kepada orang-orang kecil, memperhatikan kepentingan mereka, mengajari apa-apa yanng bermanfaat bagi mereka dan menjauhkan semua hal yang membahayakan mereka dsb.

0 komentar:
Posting Komentar